Assalammu'alaikum !
Hari ini hari Sabtu tanggal 9 Ramadhan 1441 Hijriyah. Turun hujan,dingin, dan.. sepi. As all we know, saat ini di seluruh penjuru dunia sedang menghadapi Pandemik Covid-19. Wallahua'lam. Pasti gak ada yang pernah sangka akan ada kejadian seperti saat ini. Kecuali kalau virus ini ternyata memang sebuah konspirasi. Who knows? Hm.
Covid-19 mengubah tradisi. Banyak hal yang berubah sekarang. Mulai dari hal kecil seperti cara bersalaman, penggunaan masker setiap keluar rumah (yaa meskipun masih banyak yang pakai masker cuma untuk nutupin mulut doang, hidungnya nggak -_-), orang-orang yg jadi sadar pentingnya CUCI TANGAN, kebutuhan akan sinar matahari pagi, dan.. yang paling terasa adalah perubahan di jalan raya ツ hehe. Cause everyone should #stayathome so.. perjalananku pulang pergi ke tempat kerja jd lebih cepat (salah satu hikmahnya covid19)
Loh emang masih kerja??? Tentu aja masih. Karena memang aku kerja di fasilitas kesehatan, tepatnya di Puskesmas.
Gimana situasi atau pelayanan di Puskesmas selama pandemik covid19 ini? Situasi saat ini masih aman terkendali (di tempat aku loh ya. alhamdulillah). Hanya saja, memang ternyata setelah aku chatting sama beberapa temen yang kerja di Puskesmas juga masih ada yang kekurangan APD / minim APD. Dan.. sedihnya ada juga yang pegawainya sedang di isolasi mandiri maupun di wisma atlet karena terkonfirmasi positf covid ☹️
Pelayanan di Puskesmas tetap berjalan seperti biasanya, hanya saja memang ada beberapa yang disesuaikan dalam rangka untuk mencegah penularan virus covid19 ini. Misalnya, penerapan social distancing untuk seluruh pengunjung puskesmas, penerapan jarak saat pemeriksaan dengan pasien, dan pastinya anamnesa yang lebih mendalam sejak pertama kali masuk ke gedung puskesmas (saat di pendaftaran) seperti jika pasien menyatakan keluhan batuk atau demam, pasti akan ditanya apa ada keluhan lainnya (gejala covid lainnya), sudah berapa lama, apakah ada kontak dengan seseorang ODP (orang dalam pengawasan), PDP (pasien dengan perawatan), atau positif covid atau tidak. Selain itu juga menghimbau apabila tidak dalam keadaan mendesak atau sakit yang tak tertahankan lebih baik di rumah saja dan bisa konsultasi online atau melalui Ketua RT / kader terlebih dahulu.
Mungkin sedikit info mengenai pelayanan di beberapa poli, diantaranya di Poli Gigi. Selama pandemik ini tidak ada tindakan medis (pencabutan/tambal gigi/scaling gigi) kecuali jika memang ada keluhan sakit yang butuh penanganan segera. Untuk Poli KI (Kesehatan Ibu) berdasarkan hasil webinar yang diadakan oleh HOGSI (Himpunan Obstetri & Ginekologi Sosial Indonesia), ANC bisa dilakukan secara terencana agar tidak ada antrian panjang atau dengan pemanfaatan telemedicine, ANC di TM 3 dilaksanakan 1 bulan sebelum HPL, konseling menyusui ditekankan dalam upaya pencegahan penularan covid-19 yaitu: cuci tangan, pakai masker, bersihkan pompa ASI dan untuk ibu yang postif covid-19 atau PDP dianjurkan untuk memerah ASI, dan masih ada beberapa hal lainnya.
Berbeda dengan Poli KI, untuk pelaksanaan Imunisasi, info dari Seminar RSUI oleh dr. Chyntia Centauri, SpA yaitu imunisasi dasar tetap harus diberikan. Dimana harus vaksinasi selama wabah covid ini? Hindari vaksin massal. Bila harus dikerjakan di posyandu/ puskesmas, terapkan prinsip social distancing, pilih RS/klinik yang memisahkan pasien yang sakit dengan pasien anak-anak yang ingin vaksin. Apa yang harus dilakukan orang tua? Gunakan masker saat mengantar anak untuk vaksin, rajin mencuci tangan/gunakan handsrub, segera setelah sampai rumahh langsung membersihkan diri dan ganti pakaian.
oh iya, Pelayanan di Puskesmas wilayah DKI Jakarta selama bulan puasa dimulai dari jam 07.00 s.d. 14.00 WIB pada hari Senin-Kamis dan pukul 07.00-14.30 WIB pada hari Jum'at.
Nah, semoga bermanfaat, sehat selalu, lancar puasanya dan selalu dalam lindungan-Nya yaa! Aamiin.. ツ
No comments:
Post a Comment