Melahirkan di
dalam air atau Water Birth mulai populer di Eropa, terutama Rusia dan Prancis
pada tahun 1970-an. Tujuannya saat itu adalah untuk memudahkan lahirnya bayi.
Melahirkan dalam air dapat mengurangi rasa sakit pada ibu. Idenya berawal dari
pemikiran bahwa janin yang selama sembilan bulan berenang dalam air ketuban
dapat lebih nyaman memasuki dunia baru yang juga air. Setelah itu bayi akan
bernapas dan menghirup udara.
Pada proses
melahirkan water birth berarti ibu akan duduk, jongkok, atau pada
posisi lain yang membuatnya nyaman untuk mengejan di dalam air. Metode ini bisa
dibilang sangat berbeda dengan persalinan normal pada umumnya ataupun melahirkan
dengan operasi caesar dimana ibu menjalani proses melahirkan dengan
berbaring di tempat tidur.
Pro dan kontra terhadap water
birth terus terjadi di kalangan medis hingga saat ini. Sebuah
penelitian yang dilakukan menyebutkan bahwa keuntungan dapat diperoleh oleh
wanita yang melahirkan dengan water birth, yaitu makin
berkurangnya rasa sakit. Hal ini dapat menurunkan kemungkinan menggunakan obat
pereda rasa sakit, seperti epidural. Hal itu bisa terjadi karena berada di
dalam air hangat meningkatkan pelepasan endofrin alamiah dan kadar oksitosin
ibu, sekresi katekolamin menurun dan persepsi nyeri dapat diturunkan.
Temukan bermakna dalam berbagai studi
besar menunjukkan bahwa ibu yang menggunakan kolam memerlukan lebih sedikit
analgesia dibanding kelahiran kering, memperlihatkan bahwa ini adalah analgesik
aman dan murah (Brown, 1998; Garland & Jones, 2000; Otigbah et al., 2000;
Burns, 2001)
Secara keseluruhan, ibu yang melahirkan di
air lebih mungkin mengalami perineum yang utuh atau robekan lebih ringan atau
robekan lebih ringan (robekan derajat 2 dan 3 dibanding derajat 3 dan 4) dibandng
dengan kelahiran yang sama di darat (Gordon 1996; Brown, 1998; Garland &
Jones 2000; Burns, 2001).
Kriteria untuk Persalinan di Air
Tiap unit
memiliki kriterianya sendiri untuk persalinan di air tetapi asuhan harus
diindividualisasi agar sesuai dengan permintaan ibu. Akhirnya, ibulah yang
mengambil keputusan saat ia sdah mendapat semua informasi lengkap.
Kriteria penggunaan
air adalah (RCM, 2000):
·
Pilihan ibu yang telah mendapat informasi
·
Kehamilan aterm, normal leboh dari 37 minggu.
·
Kehamilan tunggal, presentasi kepala.
·
Tanpa sedasi sistemik.
·
Ketuban pecah spontan kurang dari 24 jam.
Manfaat Melahirkan di Air
Manfaat bagi ibu
:
Para pakar
kesehatan dibidang ginekologi mengakui bahwa melahirkan didalam air memiliki
kelebihan dibanding metode melahirkan lain, yaitu:
·
Ibu akan merasa lebih rileks karena semua otot
yang berkaitan dengan persalinan menjadi lebih elastis. Air dapat memberikan efek relaksasi saat wanita yang
akan melahirkan masuk ke dalam kolam air hangat. Hal ini juga dapat membuat ibu
bernapas lebih teratur untuk mengurangi rasa sakit saat kontraksi.
·
Metode ini juga akan mempermudah proses mengejan. Dengan memposisikan diri untuk duduk atau jongkok di
kolam, didukung oleh gaya gravitasi, memungkinkan ibu untuk lebih mudah saat
melahirkan.
·
Di dalam air proses pembukaan jalan lahir akan
berjalan lebih cepat.
- Melahirkan
dengan metode water birth memberikan lebih banyak
privasi. Sebagian wanita merasa lebih mampu mengendalikan tubuhnya saat
berada di dalam kolam. Efek ini bisa makin terasa dengan meredupkan lampu
dan menjaga agar ruangan tidak terlalu berisik.
Manfaat bagi
bayi :
·
Menurunnya resiko cedera kepala bayi.
·
Peredaran darah bayi akan lebih baik, sehingga tubuh
bayi akan cepat memerah setelah dilahirkan.