September 08, 2015

Melahirkan di dalam Air (Water Birthing)


Melahirkan di dalam air atau Water Birth mulai populer di Eropa, terutama Rusia dan Prancis pada tahun 1970-an. Tujuannya saat itu adalah untuk memudahkan lahirnya bayi. Melahirkan dalam air dapat mengurangi rasa sakit pada ibu. Idenya berawal dari pemikiran bahwa janin yang selama sembilan bulan berenang dalam air ketuban dapat lebih nyaman memasuki dunia baru yang juga air. Setelah itu bayi akan bernapas dan menghirup udara.

Pada proses melahirkan water birth berarti ibu akan duduk, jongkok, atau pada posisi lain yang membuatnya nyaman untuk mengejan di dalam air. Metode ini bisa dibilang sangat berbeda dengan persalinan normal pada umumnya ataupun melahirkan dengan operasi caesar dimana ibu menjalani proses melahirkan dengan berbaring di tempat tidur.

Pro dan kontra terhadap water birth terus terjadi di kalangan medis hingga saat ini. Sebuah penelitian yang dilakukan menyebutkan bahwa keuntungan dapat diperoleh oleh wanita yang melahirkan dengan water birth, yaitu makin berkurangnya rasa sakit. Hal ini dapat menurunkan kemungkinan menggunakan obat pereda rasa sakit, seperti epidural. Hal itu bisa terjadi karena berada di dalam air hangat meningkatkan pelepasan endofrin alamiah dan kadar oksitosin ibu, sekresi katekolamin menurun dan persepsi nyeri dapat diturunkan.

Temukan bermakna dalam berbagai studi besar menunjukkan bahwa ibu yang menggunakan kolam memerlukan lebih sedikit analgesia dibanding kelahiran kering, memperlihatkan bahwa ini adalah analgesik aman dan murah (Brown, 1998; Garland & Jones, 2000; Otigbah et al., 2000; Burns, 2001)
Secara keseluruhan, ibu yang melahirkan di air lebih mungkin mengalami perineum yang utuh atau robekan lebih ringan atau robekan lebih ringan (robekan derajat 2 dan 3 dibanding derajat 3 dan 4) dibandng dengan kelahiran yang sama di darat (Gordon 1996; Brown, 1998; Garland & Jones 2000; Burns, 2001).

Kriteria untuk Persalinan di Air
Tiap unit memiliki kriterianya sendiri untuk persalinan di air tetapi asuhan harus diindividualisasi agar sesuai dengan permintaan ibu. Akhirnya, ibulah yang mengambil keputusan saat ia sdah mendapat semua informasi lengkap.
Kriteria penggunaan air adalah (RCM, 2000):
·         Pilihan ibu yang telah mendapat informasi
·         Kehamilan aterm, normal leboh dari 37 minggu.
·         Kehamilan tunggal, presentasi kepala.
·         Tanpa sedasi sistemik.
·         Ketuban pecah spontan kurang dari 24 jam.

Manfaat Melahirkan di Air
Manfaat bagi ibu :
Para pakar kesehatan dibidang ginekologi mengakui bahwa melahirkan didalam air memiliki kelebihan dibanding metode melahirkan lain, yaitu:
·         Ibu akan merasa lebih rileks karena semua otot yang berkaitan dengan persalinan menjadi lebih elastis. Air dapat memberikan efek relaksasi saat wanita yang akan melahirkan masuk ke dalam kolam air hangat. Hal ini juga dapat membuat ibu bernapas lebih teratur untuk mengurangi rasa sakit saat kontraksi.
·         Metode ini juga akan mempermudah proses mengejan. Dengan memposisikan diri untuk duduk atau jongkok di kolam, didukung oleh gaya gravitasi, memungkinkan ibu untuk lebih mudah saat melahirkan.

·         Di dalam air proses pembukaan jalan lahir akan berjalan lebih cepat.
  • Melahirkan dengan metode water birth memberikan lebih banyak privasi. Sebagian wanita merasa lebih mampu mengendalikan tubuhnya saat berada di dalam kolam. Efek ini bisa makin terasa dengan meredupkan lampu dan menjaga agar ruangan tidak terlalu berisik.

Manfaat bagi bayi :
·         Menurunnya resiko cedera kepala bayi.
·         Peredaran darah bayi akan lebih baik, sehingga tubuh bayi akan cepat memerah setelah dilahirkan.