February 04, 2011

Revolusi Hijau

PENGERTIAN REVOLUSI HIJAU
     Secara harafiah Revolusi Hijau (Green Revolution) berarti adalah perubahan secara cepat dalam memproduksi bahan makanan. Asumsinya berangkat dari hipotesa Produksi bahan makanan tidak akan mencukupi yang dibutuhkan manusia jika hanya mengandalkan cara berproduksi tradisional.

     Revolusi hijau merupakan usaha pengembangan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi pangan. Peningkatan tersebut dengan cara mengubah dari pertanian tradisional menjadi pertanian modern, yakni pertanian dengan memanfaatkan atau menggunakan teknologi lebih maju dari waktu sebelumnya. Jadi revolusi hijau terletak pada pemanfaatan hasil penemuan teknologi up to date.

     Revolusi hijau dikenal juga sebagai Revolusi Agraria. Dengan Revolusi ini para petani ditandai dengan semakin berkurangnya ketergantungan para petani pada cuaca dan alam karena meningkatnya peran ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Jenis bahan makanan yang mendapat prioritas adalah jenis bahan pokok bagi sebagian besar penduduk dunia, seperti gandum, jagung, padi dan sorgum.


CIRI-CIRI REVOLUSI HIJAU
1. Tumbuhan yang ditanam terspesialisasi, atau istilah lainnya MONOKULTUR.
    Teknik ini dilakukan dikarenakan perhitungan pragmatis, bahwa jika tanaman
    yang sama, maka kebutuhan akan obat dan pupuk juga akan sama. Jadi
    mempermudah merawatnya
2. Penggunaan bibit yang unggul yang tahan terhadap penyalkit tertentu dan
    juga hanya cocok ditanam dilahan tertentu. Kemajuan teknologi dengan
    teknik kultur jaringan, memungkinkan memperoleh varietas tertentu sesuai
    dengan yang diharapkan. Dan dengan penelitian terus menerus, maka
    semakin hari umur tanaman makin pendek.
3. Pemanfaatan teknologi maju. Misalnya bajak oleh binatang, digantikan
    oleh mesin traktor. Dampaknya adalah semakin hemat tenaga kerja, tetapi
    akan memerlukan modal yang besar.

DAMPAK POSITIF REVOLUSI HIJAU
     Produksi padi dan gandum meningkat sehingga pemenuhan pangan (karbohidrat) meningkat. Sebagai contoh: Indonesia dari pengimpor beras mampu swasembada.


DAMPAK NEGATIF REVOLUSI HIJAU
1. Penurunan produksi protein, dikarenakan pengembangan serealia (sebagai
    sumber karbohidrat) tidak diimbangi pengembangan pangan sumber
    protein dan lahan peternakan diubah menjadi sawah.
2. Penurunan keanekaragaman hayati.
3. Penggunaan pupuk terus menerus menyebabkan ketergantungan lahan dan
    tanaman pada pupuk.
4. Penggunaan peptisida menyebabkan munculnya hama strain baru yang
    resisten