August 28, 2010

Curahan Seseorang untuk Sang Ayah

Saat semua tertawa, aku malah menangis, terluka

Terluka sangat dalam, sedalam aku menahan rasa benci ini . . .

Aku tak mengerti kenapa kau berubah
Dan apa yang telah membuatmu berubah
Aku rasa, sampai kapan pun dan sekeras apapun aku berusaha,
Aku tak akan bisa mengubahmu kembali seperti dulu ...

Sekarang rasa benciku sudah memuncak di ubun-ubun
Tak tau apa aku bisa memaafkanmu atau tidak
Tak tau rasa benci ini datang hanya untuk sementara atau justru untuk
selamanya ...

Kenapa kau tidak mengerti aku?
Apa salahku?
Begitu bencinya kah kau padaku?

No comments:

Post a Comment